Rabu, 12 Oktober 2011

CARA MENENDANG BOLA DENGAN BAIK 2

Posted by Qien Junior on 06.38

Menendang bola dengan baik. pertama mungkin dari diri sendiri kita punya rasa ingin bisa menendang bola, setidaknya kita punya niat untuk melakukan sesuatu hal.
dan ini cara-cara yang bisa kita lakukan :
1. Ambil ancang-ancang yang nyaman untuk kita menendang bola.
2. jangan terlalu terburu-buru untuk menendang bola, dan fokuskanlah antara bola dengan kaki anda.
3. sering2lah latihan berat pada kaki. bisa juga dengan skotjump
4 dan jangan lupa sering-sering latihan.
5. latihan dengan menendang bola pada tujuan yang kita buat sendiri.

SUMBER:http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090226054231AAAa3jd

CARA MENENDANG BOLA DENGAN BAIK

Posted by Qien Junior on 06.32

Untuk dapat menendang dengan benar, anda harus berlari kea rah bola dan menjejakkan kaki tumpuan ( jika anda menendang dengan kaki kanan, maka yang dimaksud dengan kaki tumpuan adalah kaki kiri ). Di samping bola.
Kaki yang digunakan untuk menendang harus tetap melakukan tendangan dengan posisi dekat dengan tanah.
Kita lakukan tendangan dengan mengayunkan seluruh bagian kaki, dari pangkal paha, hingga bagian kaki paling bawah, dengan ayunan yang benar.
Banyak yang beranggapan bahwa jika kaki mereka telah menyentuh bola, berarti mereka telah melakukan tendangan dengan benar. Mereka langsung menghentikan gerakan kaki mereka.
Gerakan ini akan menyebabkan tubuh mereka kehilangan keseimbangan.Hasilnya, tendangan mereka buruk sekali.
Jangan lupa anda harus tetap memusatkan pandangan pada bola yang akan ditendang.
Bagaimana jika bola yang akan ditendang sedang bergulir kea rah anda (tidak dalam keadaan diam di atas tanah ) ?.Dalam hal ini, teknik dasarnya sama saja. Perbedaannya hanyalah cara anda menjejakkan kaki tumpuan.
Pada saat bola bergulir kea rah anda, perkirakan seberapa cepat bola tersebut bergerak. Lalu yang harus dilakukan adalah menjejakkan kaki tumpuan di depan bola dengan jarak yang cukup, sehingga pada saat kaki lainnya melakukan tendangan, bola tersebut berada tepat di samping kaki tumpuannya.
Ingat pula jika anda buka seorang kidal, akan sulit bagi anda untuk dapat menendang bola dengan kaki kiri dengan baik, begitu pula sebaliknya. Dengan begitu anda harus sering berlatih melakukan tendangan dengan kaki yang kurang dominan tersebut.
Pada saat menendang, kepala harus diam tak bergerak ( bukan menoleh atau mengangguk ). Jika kita menggerakkan kepala, maka dalam pandangan anda bola tersebut akan terlihat seperti melompat lompat.Hal ini akan mempersulit anda untuk dapat menendang bola dengan benar.
Tidak ada satu pun yang terjadi begitu saja, maka kalau anda ingin sukses bermain bola, maka berlatihlah ,kerja keras untuk meraih sukses.



iyoeee.............

Posted by Qien Junior on 06.15

Mungkin tak ada tempat untuk hati yang lemah..
kebesaran hati hanya akan membuat itu semakin parah..
apa memang tak ada yang bisa dilakukan untuk perbaiki semua??
apa memang tak kan jadi yang terbaik untuk semua seperti harapan-harapan lainnya??...
usahapun tak ada jalan..
niatpun hanya di mulut...
memang hidup penuh kemunafikan..
jalan yang terbaik hanya dimiliki orang yang memiliki nasib baik pula...
semua hanya omong kosong..
dan akhirnya hiduppun takkan jadi berharga...

Senin, 03 Oktober 2011

ADIWIYATA

Posted by Qien Junior on 21.52

Akhir-akhir ini di sekretariat Mapala Silvagama sedang ngetrend beberapa kosakata baru, salah satunya adalah "ADIWIYATA". Sebuah istilah baru (bagi teman-teman silvagama) ini menjadi "most phrase" sejak satu bulan terakhir ini Mapala Silvagama mengadakan kegiatan dengan tema besar pendidikan lingkungan. Apa itu ADIWIYATA dan hubungannya dengan kegiatan yang baru-baru ini sedang digarap teman-teman Mapala Silvagama?. Semoga tulisan yang kami peroleh dari situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup ini bisa lebih meningkatkan wawasan dan kontribusi kita terhadap program ADIWIYATA tersebut.
ADIWIYATA adalah program terhadap sekolah yang mewujudkan sekolah berwawasan dan peduli lingkungan
Apa Itu ADIWIYATA ?
Adiwiyata mempunyai pengertian atau makna: Tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.
TUJUAN PROGRAM ADIWIYATA
Menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan utama diarahkan pada terwujudnya kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Disamping pengembangan norma-norma dasar yang antara lain: kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam. Serta penerapan prinsip dasar yaitu: partisipatif, dimana komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran; serta berkelanjutan, dimana seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komperensif.

INDIKATOR DAN KRITERIA PROGRAM ADIWIYATA
A. Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan
Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan maka diperlukan beberapa kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakannya kegiatan-kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Program Adiwiyata yaitu partisipatif dan b e r k e l a n j u t a n .
Pengembangan kebijakan sekolah tersebut antara lain:
    1. Visi dan misi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
    2. Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup.
    3. Kebijakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (tenaga kependidikan dan
        non-kependidikan) di bidang pendidikan lingkungan hidup.
    4. Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumber daya alam.
    5. Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan s e k o l a h yang bersih dan sehat.
    6. Kebijakan sekolah untuk pengalokasian dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan
masalah lingkungan hidup.
B. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan
Penyampaian materi lingkungan hidup kepada para siswa dapat dilakukan melalui kurikulum secara terintegrasi atau monolitik. Pengembangan materi, model pembelajaran dan metode belajar yang bervariasi, dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang lingkungan hidup yang dikaitkan dengan persoalan lingkungan sehari-hari (isu local).
Pengembangan kurikulum tersebut dapat dilakukan antara lain:
    1. Pengembangan model pembelajaran lintas mata pelajaran.
    2. Penggalian dan pengembangan materi dan persoalan lingkungan hidup yang ada di masyarakat sekitar.
    3. Pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya.
    4. Pengembangan kegiatan kurikuler untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang lingkungan hidup.
C. Pengembangan Kegiatan Berbasis Partisipatif
Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, warga sekolah perlu dilibatkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran lingkungan hidup. Selain itu sekolah juga diharapkan melibatkan masyarakat disekitarnya dalam melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat baik bagi warga sekolah, masyarakat maupun lingkungannya.
Kegiatan-kegiatan tersebutantara lain:
    1. Menciptakan kegiatan ekstra kurikuler/kurikuler di bidang lingkungan hidup berbasis patisipatif di sekolah.
    2. Mengikuti kegiatan aksi lingkungan hidup yang dilakukan oleh pihak luar.
    3. Membangun kegiatan kemitraan atau memprakarsai pengembangan pendidikan lingkungan hidup di sekolah.
D. Pengelolaan dan atau Pengembangan Sarana Pendukung Sekolah
Dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan perlu didukung sarana dan prasarana yang mencerminkan upaya pengelolaan lingkungan hidup, antara lain meliputi:
    1. Pengembangan fungsi sarana pendukung sekolah yang ada untuk pendidikan lingkungan hidup.
    2. Peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan di dalam dan di luar kawasan sekolah.
    3. Penghematan sumberdaya alam (listrik, air, dan ATK).
    4. Peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat.
    5. Pengembangan sistem pengelolaan sampah.